Minggu, 06 April 2008

Dimana Terdapat Makhluk yang Paling Cepat Mencari Mangsa?

Tikus tanah hidung bintang, satu-satunya jenis tikus tanah yang hidup di daerah rawa - rawa, mampu mencari makan dan memangsa korbannya dengan kecepatan seperti kilat. Mamalia seukuran hamster ini dapat menentukan lokasi dan menelan cacing tanah serta serangga lebih cepat daripada seorang pengendara mobil yang harus mengerem mendadak di lampu merah.

Rahasia kecepatan mili-detik tikus tanah hidung bintang adalah bentuk hidungnya yang berbentuk bintang. Sejumlah 22 sungut daging di sekeliling hidung tikus tanah itu berisi lebih dari 25.000 reseptor penyentuh berukuran mikroskopis. Tikus itu menggunakan hidungnya yang istimewa untuk secara harafiah merasakan dataran disekitar tempat tinggalnya di bawah tanah.

Tikus tanah hidung bintang (Condylura cristata) tinggal di daerah basah di Kanada, kemudian daerah-daerah bawahnya dibagian timur Amerika Serikat hingga Georgia.

Para peneliti menemukan tikus tanah bergerak begitu cepat untuk mata manusia mengikuti gerakan mereka, bekerja pada batas atas sistem saraf memproses informasi yang dikumpulkan hidung mereka. Hal ini memungkinkan tikus tanah dapat mencari makan dua kali lebih cepat dibandingkan sepupu mereka, Tikus tanah timur.

Akankah Lintasan Barat Laut Terbuka?

Lintasan Barat Laut, sebuah jalan pintas antara Samudra Atlantik dan Samudra Pasifik, selama ini dianggap sebagai mitos. Bila peubahan iklim terus terjadi seperti sekarang, maka lintasan itu akan menjadi kenyataan.

Setiap tahun laut es di Arktika selalu mencair dan tahun ini proporsinya mencapai rekor sehingga meskipun sebentar saja, untuk pertama kalinya menciptakan Lintasan Barat Laut.

Foto-foto dari satelit mengungkapkan, pada musim panas tahun 2007 puncak es di Arktika turun lebih dari 20 persen dibandingkan dengan tahun 2005 yang saat itu tercatat merupakan rekor penurunan terbesar. Sisa puncak es, hanya 1,63 juta mill persegi (4,24 juta kilometer persegi), begitu kecil sehingga para penelit kini memperhitungkan Samudra Arktika benar-benar tidak lagi di tutupi es pada musim semi 2030 atau lebih awal 40 tahun dari perhitungan semula.

Perubahan tinggi muka es Arktika, selama ini dianggap sebagai pertanda perubahan iklim global, tidak akan menambah tinggi muka laut, tetapi mungkin dapat mengubah ekologi kutub dan mempercepat pemanasan global. Selanjutnya, Pemanasan global akan dapat mempercepat hilangnya es di permukaan daratan bumi yang akan menaikkan permukaan air laut.

Beruang kutub adalah yang pertama-tama akan berada dalam bahaya kaena terancam kehilangan tempat tinggal. Lintasan Barat Laut yang bebas dari es akan menjadi ladang bisnis, tetapi itu tidak ada artinya dibandingkan dengan akibat yang ditimbulkan oleh hilangnya es di Arktika.

Negara Mana Yang Di Kenal Sebagai "Atap Dunia"?

Lebih dari seperempat daratan Kerajaan Nepal, satu-satunya kerajaan Hindu di dunia, berada pada ketinggian lebih dari 10.000 kaki (3.000 meter). Negara yang luasnya kecil ini, kira-kira sebesar Negara Bagian Kansas di Amerika Serikat, memiliki delapan dari 10 puncak tertinggi di dunia. Kerena itu Nepal dijuluki "Atap Dunia".

Gunung Everest, puncak tertinggi di dunia dengan ketinggian 29.028 kaki (8.848 meter), oleh orang Nepal disebut Sagamatha (Ibu Jagat Raya). Everest adalah permata mahkota Pengunungan Himalaya, Rangkaian gunung-gunung yang membentang sepanjang 1.800 mil (2.897 kilometer) di tengah-selatan Asia.

Pada tahun 1953, pendaki gunung asal Selandia Baru, Edmund Hillary, dan pendaki asal Nepal, Tenzing Norgay, menjadi orang pertama yang mencapai puncak Everest.

Pencapaian keduanya membantu membukakan pengetahuan dunia terhadap bangsa yang tersembunyi itu. Hillary meninggal awal tahun ini pada usia 88 tahun dan Norgay pada usia 72 tahun.

Bertahun-tahun setelah pencapaian Hillary dan Norgay, Nepal menjadi kiblat turisme komersial untuk pendaki gunung. Meskipun demikian, hampir sepertiga orang Nepal hidup di bawah garis kemiskinan.

Apakah Pertumbuhan Kota Tanpa Sistem Perencanaan Dapat Mengancam Perkompleksan Angkor?

Angkor Wat
Angkor Wat dapat bertahan sejak abad ke-12, melalui perang, vendalisme, penjarahan, ketidakpedulian, dan juga hutan disekitarnya.

Kompleks Angkor, pusat kekaisaran Khmer, di Kamboja, adalah kawasan permukiman terbesar di dunia sebelum masa industri. Angkor berasal dari abad ke-9 dan di dalamnya termasuk Angkor Wat, salah satu monumen religius terbesar. Kompleks itu berkembang selama 600 tahun sebelum secara misterius menghilang dari sejarah.

Pencitraan terbaru memakai radar yang baru-baru ini dimintakan kepada NASA oleh Proyek Angkor Besar, Permukiman tersebut jauh lebih besar daripada yang diperlihatkan survei-survei sebelum ini. Citra itu memperlihatkan lusinan kuil yang sebelumnya tidak diketahui seperti: Kolam Buatan, Persawahan, Lokasi Perumahan, dan serangkaian Saluran Irigasi yang merupakan bagian dari kompleks kota yang diperbesar.

Penemuan tersebut memperluas batas daerah permukiman Angkor menjadi lebih dari 1.160 mill persegi (3.000 kilometer persegi), skala yang jauh lebih luas daripada permukiman par-Colombus manapun di Amerika. Ukuran Angkor yang sangat besar mungkin menyebabkan kota itu mengompromikan daya hidupnya dan akhirnya membuat kota itu runtuh.

Para peneliti menemukan bukti versi abad pertengahan mengenai perkembangan kota tanpa perencanaan mungkin menyebabkan runtuhnya Angkor. Berbagai bentuk petunjuk dari citra satelit dan hasil galian arkeologis memperlihatkan kepadatan penduduk yang melebihi daya tampung dan penggundulan hutan untuk pertumbuhan kota yang ekspansif tampaknya menyebabkan kawasan tersebut kehilangan daya dukungnya terhadap populasi yang membengkak.

Di Manakah Para "Prajurit Awan" Tinggal?

Chachapoya adalah sebuah peradaban kuno yang tinggal di benteng-benteng kota di puncak Pegunungan Andes di wilayah Peru dari tahun 800 hingga pertengahan 1.500 M. Hanya tersisa sedikit dari kebudayaan mereka, kecuali beberapa mumi yang masih terawetkan dengan baik, puing-puing benteng yang terserak, dan cerita tentang kerasnya perlawanan mereka terhadap pengaruh Kekaisaran Inca.

Orang chachapoya membangun rumah-rumah berbentuk bulat dan memperkuat strukturnya disepanjang punggung dan puncak-puncak pegunungan yang diselimuti oleh kabut ditempat yang tinggi itu. Cerita populer dari masa itu menyebutkan para penghuni bukit yang menjadi kuat akibat peperangan tersebut sebagai "Prajurit Awan".

Meskipun mereka mati-matian mempertahankan tempat tinggal peradaban chachapoya akhirnya jatuh ketangan Kekaisaran Inca yang lebih besar dan canggih sesaat sebelum penjelajah Spanyol sampai di Peru.

Penemuan terbaru struktur batu yang luas untuk upacara mungkin dapat mengungkap upacara kebudayaan yang misterius itu. Ditemukan oleh para petani di dekat apa yang dulunya merupakan tepi timur kawasan Chachapoya, batu berbentuk persegi panjang tersebut memiliki tiga tingkatan. Tingkat teratas berisi sisa rumah-rumah atau upacara dan sebuah plaza batu yang luas memanjang dari satu sisinya.

Di Mana Negara Kedaulatan Terkecil?

Di jantung kota Roma, di sebuah bukit di atas Sungai Tiber, terdapat sebuah negara berdaulat yang dikenal sebagai "Negara Kota Vatikan". Negara terkecil di dunia, Vatikan juga merupakan salah satu lokasi yang paling dipuja di dunia.

Vatikan atau Takhta Suci adalah tempat resmi Gereja Katolik Roma dan tempat tinggal pemimpinnya, yaitu: Uskup Roma atau Paus. Uskup memerintah kota-negara ini dalam sistem monarki absolut, memimpin seluruh kekuasaan legislatif, eksekutif dan pengadilan.

Enklave bertembok ini berukuran 0,17 mill persegi ( 0,44 kilometer persegi), kurang dari seperempat ukuran Central Park di New York. Titik pusat kota-negara ini adalah salah satu bangunan religius paling dikenal di dunia, Basilika Santo Petrus. Lokasi bersejarah lainnya, yaitu: Kapel Sistine adalah bagian dari rumah tinggal resmi Paus dan dihiasi lukisan di langit-langit kapel yang legendaris karya Michelangelo.

Vatikan adalah satu-satunya yang tertinggal dari negara kepausan, yang lainnya telah menjadi bagian dari Italia pada tahun 1860. Negara merdeka ini ditetapkan melalui perjanjian pada tahun 1929, sebuah warisan Kristen milik Vatikan yang berasal dari abad ketiga Masehi, ketika gereja pertama dibangun diatas kuburan traditional Santo Petrus.


Catatan:
Sebuah negara disebut negara merdeka
apabila mempunyai batas wilayah
yang jelas dan memiliki pemerintahan sendiri.

Dimana Burung Tukan Hidup?

Burung Tukan (Toucan) adalah salah satu burung di dunia yang paling dikenal luas. Burung dengan nama latin Ramphastos toco ini memiliki Paruh yang besar, berwarna-warni dan suara berisik mereka di puncak pohon adalah ciri-ciri alamiah yang kerap dimanfaatkan dalam iklan. Taucan Sam produksi Kellog, sereal Froot Loops, dan bir Guiness telah menjadi ikon budaya.

Sekitar 40 jenis tukan -tampangnya mirip dengan burung rangkong, tetapi beda keluarga- hidup di Amerika Selatan, tetapi jenis toucan toco memiliki paruh terbesar dan yang paling populer. Tukan adalah pemakan segala (omnivora) yang hidup dalam kelompok kecil, terdiri dari enam ekor dan dapat hidup di alam bebas sampai usia 20 tahun. Seperti sepupu mereka burung pelatuk, mereka bersarang di dalam ceruk batang pohon atau batang yang patah.

Paruh tukan yang terkenal, dimiliki oleh burung jantan betina, terdii dari lapisan keratin ( Bahan ini juga terdapat pada kuku jari kita) dan dikerangkai oleh tulang-tulang tipis.

paruh ini lebih berfungsi sebagai alat untuk mencari makan dan jodoh dari pada membela diri. Burung ini menggunakan paruh mereka untuk mengambil buah yang sulit dijangkau, serangga, dan kadal. Salah satu ritual tucan dalam bercumbu adalah dengan menggunakan paruh mereka untuk melempar buah-buahan beri di antara mereka.